Make your own free website on Tripod.com

GPdI Menyambut Kegerakan Rohani Akbar dan Tuaian Global Abad XXI Dengan Penggandaan Pelayanan
 

Pada awal tahun 2000 GPdI menggelar Musyawarah Besar dengan penuh kesemarakan : meriah, sukacita namun khidmat dan serius.  Mubes mengangkat tema : "GPdI Menyambut Abad XXI Sebagai Era Kegerakan Rohani Akbar dan Tuaian Global".  Ayat Alkitab yang menopang tema ini diangkat dari nubuatan Nabi Yoel : Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. (Yoel 2:28).

Kini, di tahun 2002, setelah tidak lagi menyambut karena sudah berada dalam abad XXI, pertanyaan besar menghadang GPdI : Apa langkah-langkah konkret GPdI menerapkan tema fenomenal tadi dalam perjalanan pelayanan GPdI?  Kita sudah yakin betul visi profetik kegerakan spiritual dan tuaian amat besar terjadi di abad ini, lalu apakah persiapan kita menyambutnya, mengalaminya dan menikmatinya.

Yoel menubuatkan suatu kebangunan rohani yang sangat dahsyat, suatu karya Roh Kudus yang berskala global, yang lintas suku, kaum, bangsa dan bahasa.  Suatu kegerakan yang melanda segala segmen dan strata masyarakat; perempuan, laki-laki, anak-anak, orang tua, hamba, majikan.  Suatu tuaian besar-besaran tidak memilah-milah manusia berdasarkan latar belakang, ras, agama, sosial, ekonomi dan budaya.  Suatu panen raya umat manusia lintas kultural untuk Kerajaan Tuhan.  Suatu pembangunan gereja tubuh Kristus yang universal dari masyarakat kota dan pedesaan, orang-orang kaya dan kelompok marjinal, pendeknya dari berbagai dan aneka komunitas.

Sinyal-sinyal terjadinya ledakan kebangunan rohani dahsyat di berbagai belahan bumi sudah dapat didengar, dilihat dan dibaca kalau saja indra spiritual kita mau menangkap bunyi getaran-getaran dan derap-derap lawatan Roh Kudus yang akbar dan amat dahsyat itu seperti diungkapkan nabi Yoel, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Rasul Petrus, Paulus, Yakobus, serta mau mengamati dengan cermat beberapa revival events di abad XX yang lalu.

Sejarah gereja membuktikan bahwa setiap kegerakan besar di suatu kota, daerah dan negara selalu didahului oleh suatu persatuan gerakan doa.  GPdI memerlukan suatu gebrakan doa dan puasa yang melahirkan berkat-berkat rohani dan berkat-berkat lainnya yang luar biasa.

Dewasa ini, dikuatirkan banyak hamba Tuhan yang pintar menyusun proposal permohonan dana, daripada mendemonstrasikan kuasa mujizat hasil doa dan puasa.  Kecenderungan lebih banyak  bermusyawarah dan berkonsep organisasi ketimbang penggalian rahasia Firman Allah hasil ketekunan berdiam di hadirat Tuhan.  Ukuran kesuksesan pelayanan kita bergeser dari pencapaian orang-orang berdosa yang bertobat kepada gelar kesarjanaan atau predikat pemimpin organisasi.  Titel pendeta lebih gampang daripada memenangkan petobat-petobat baru.

Ketika kita memampangkan lewat spanduk atau selebaran, seruan menyambut tuaian global, apakah kita juga sudah memikirkan pelayanan misi lintas kultural secara konkret?  Kebaktian kegerakan rohani di dalam gereja-gereja lokal terus dilakukan, lalu apakah tindakan nyata kita untuk pekabaran Injil ke luar, ke dunia di luar gereja kita, kepada mereka yang belum pernah mendengar Injil?

Kita harus kembali kepada prinsip Alkitab tentang iman dan ketergantungan total kepada Allah.  Kuasa Tuhan harus menjadi pengalaman harian yang nyata dalam hidup pribadi, dalam keluarga, dalam pelayanan, dalam sidang jemaat dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bagaimana gereja dapat mengalami karya Roh Kudus akhir zaman yang dahsyat dan besar, padahal dalam hal yang kecil-kecil saja sudah terlalu bergantung kepada logika atau kepada situasi dan kondisi.  Kita harus mengangkat visi kita, seperti Abraham dibawa Tuhan ke luar untuk melihat ke langit (Kejadian 15:5).  Tuhan menunjukan berkat bintang-bintang di langit yang tak terhitung.  Sebelumnya visi Abraham hanya sebatas bumi saja, sebanyak debu tanah (Kejadian 13:14-16).  Namun, kini Abraham diajak memiliki baik visi tentang berkat-berkat bumi, namun lebih dari itu visi berkat-berkat rohani, yang surgawi, berkat karya dan karunia Roh Kudus yang amat besar dan maha perkasa.  Kita jangan terpaku pada berkat-berkat masa lampau.  Tuhan sediakan yang lebih besar di depan kita.  Kita harus keluar kemah dan memiliki visi ladang dunia yang sudah matang besar yang mengguncang bumi ini.  Kebangunan rohani dan pemulihan secara besar-besaran sedang dan terus terjadi demi penyempurnaan gereja Tuhan.  Penginjilan yang lintas budaya, bangsa, negara, kaum dan bahasa, yang melanda seluruh planet bumi, kemudian barulah Yesus datang kembali (Matius 24:14)

Kerinduan kita, kiranya GPdI jangan ketinggalan dalam pengalaman riel penggenapan nubuatan Yoel.  Kita harus berani melangkah ke luar, sebab tanda-tanda menunjukan hujan lebat rohani abat XXI sedang tercurah.  Kita harus bangkit, GPdI harus terus membenahi diri sebab perjalanan masih jauh.  Kita tidak boleh tergoda untuk jeda.  Kita wajib meningkatkan kinerja ibadah, persekutuan, kesaksian, penginjilan dan memultiplikasikan pelayanan kita.

Karena itu tema GPdI yang signifikan itu harus kita tingkatkan pada substansinya, menjadi :  "GPdI Menyambut Kegerakan Rohani Akbar dan Tuaian Global Abad XXI dengan Penggandaan Pelayanan."

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.

(Oleh Pdt. DR M.D. Wakkary dalam rangka menyambut MUSPIMNAS GPdI 2002 di Medan 4-7 Maret 2002, Warta Jemaat 3 Maret 2002)


GPdI Maranatha Medan