Make your own free website on Tripod.com

HIDUP DALAM SUKACITA

Di awal tahun ini apa yang Saudara lakukan?  Bersemangat menghadapi masa depan, atau bermuram durja karena berbagai masalah yang sepertinya terus menghimpit.  Mungkin kita sudah memiliki rencana tertentu dalam menatap perjalanan hidup di tahun ini.  Bagaimana kita bersikap melakukannya.

Rencana atau apapun namanya, yang akan kita jalankan di tahun baru ini, biarlah semua itu didasarkan dengan pemahaman pikiran dan hati yang bersukacita.  Tetapi yang harus dicamkan adalah, sukacita bukan hanya himbauan melainkan suatu perintah.

Ada empat hal alasan mengapa harus hidup dalam sukacita :

  1. Yesaya 9:1-2, karena kita telah bebas dari kuasa kegelapan.  Berarti hidup kita tidak lagi ada dibawah kutuk, melainkan di bawak anugerah Allah sehingga kita dapat hidup dengan penuh sukacita.

  2. Amsal 10:28, karena pengharapan yang kita miliki.  Pengharapan yang kita miliki bukan pengharapan semu tetapi pengharapan pasti yang ada di dalam Kristus.

  3. Yesaya 51:2-3, karena pengalaman yang luar biasa.  Ini adalah janji Allah yang akan dinyatakan Allah.  Pengalaman ini akan membawa kepada satu keyakinan bahwa Dia Allah yang setia.

  4. Yohanes 3:29-30, karena kita senantiasa dekat dengan Yesus.  Ini adalah satu hal yang sangat istimewa karena kalau kita dekat Yesus, maka kedamaian dan sukacita yang sejati akan dialami.

Hidup dalam sukacita, berarti sesuatu kondisi yang harus kita raih, sebagai dasar tindakan atau perilaku kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, kita mengerti bahwa sukacita tidak dikaitkan dengan keberadaan (kekayaan), kepintaran atau kegembiraan.  Lebih jauh lagi, sukacita merupakan elemen yang penting pula untuk membangun karakter yang kuat dan tangguh.

Minggu ini kita memulai minggu yang baru di tahun baru (2003) dengan semangat dan sukacita yang besar.  Berbagai rencana yang telah kita susun, taruh di atas dasar kasih Kristus, sehingga segala sesuatu berlangsung sesuai dengan rancanganNya.  Selalu berada dalam pengharapan dalam Tuhan Yesus Kristus, dan berjalan dalam kebenaranNya.


GPdI Maranatha Medan