Make your own free website on Tripod.com

SIKAP ROHANI SEBAGAI SYARAT DIPENUHI OLEH ROH KUDUS
Oleh : Pdt. L. Lapian, MA 


Roh Kudus bukan sekedar anugerah dari Allah tetapi Dia adalah oknum Allah sendiri. Bagaimana sikap kita seandainya Allah mewujudkan diri dan datang kepada kita. Tentu kita akan menyambut Dia dengan sikap yang sangat berbeda, karena dia datang dengan mengambil wujud manusia. Kita pasti akan menyanjung dan memuja Dia. Kita akan berusaha menyenangkan Dia.

Contoh di atas hanya satu perbandingan bagaimana sebagian besar umat Kristen telah lalai menyambut Roh Kudus sebagai satu oknum Allah. Kita hanya menyukai kuasa-Nya, pemberian-Nya lebih dari pada melihat-Nya sebagai oknum. Sebagai kunci rahasia kehadiran-Nya ialah kita harus menyambut Dia sebagai satu pribadi. Gereja harus menempatkan oknum-Nya melebihi karunia dan pekerjaan-Nya. Kita perlu berusaha mengerti kehendakNya, pikiranNya dan perasaanNya. "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan" (Efesus 5:17).

Gereja hanya berdoa, memohon pemberianNya, penjagaanNya, karuniaNya dan keuntungan lainnya, tetapi kita selalu melupakan untuk memuja pribadiNya. Padahal kunci kemuliaanNya terletak kepada bagaimana kita menyenangkan pribadiNya. Ketika Martha dan Maria dikunjungi oleh Tuhan Yesus, Yesus lebih menghargai Maria lebih dari pada Martha, sebab Maria lebih memperhatikan pribadi Yesus dengan duduk di kakiNya mendengar perkataan-perkataanNya. Yesus menegur Martha dengan berkata Maria telah memilih bagian yang terbaik (Lukas 10:38-42). Begitulah sikap positif untuk dapat mengambil hati pribadi Roh Kudus sehingga kerinduan orang percaya untuk dipenuhkan tidak relatif terlalu lama. Berikut ini, beberapa syarat rohani supaya memenuhi syarat dipenuhkan oleh Roh Kudus :

  1. Merasa dahaga.
    Sebagaimana seorang yang dahaga membutuhkan air untuk diminum, demikian pula seharusnya sikap kita terhadap kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus tidak akan memenuhi apabila kita tidak mempunyai perasaan membutuhkan. Apabila kita membutuhkan sesuatu pasti kita akan berusaha. Dan Roh Kudus mengerti kebutuhan kita. (Yohanes 7:37-38).
  2. Memuliakan dia.
    Sebagai oknum Allah, Roh Kudus mempunyai karakter sama seperti Bapa dan Yesus Kristus. Kita harus hadapi Roh Kudus sebagaimana seorang pribadi adanya. Muliakan, hormati, dan sembahlah Dia. Ingat! Sebagai oknum Allah Dia memiliki intelek, kehendak dan perasaan. Ketiga ciri yang ada padaNya menjadikan Dia satu pribadi yang harus dimengerti. Kita harus berusaha menyentuh pribadiNya karena Dialah yang mempunyai otoritas di dalam kehendakNya untuk memenuhi seseorang atau tidak. Kehidupan yang banyak pujian, ucapan syukur dan doa bisa menyentuh hatiNya. Kalau firman Allah berkata bahwa jangan dukakan Roh Kudus, itu berarti menyenangkan pribadi Roh Kudus sebagai syarat untuk Dia mengasihi kita. Masuklah dalam satu kehidupan yang melimpah dengan pujian, ucapan syukur yang menyenangkan Dia (Efesus 4:30; Ibrani 13:15). Berdoalah selalu untuk meminta kepadaNya (Lukas 11:13).
  3. Bertekun dan bersehati.
    Para rasul berkumpul di kamar Yerusalem, mereka bertekun dan bersehati menantikan janji Bapa. Sikap bertekun dan bersehati adalah sikap yang menyenangkan Allah.
  4. Hati yang taat.
    Mempersembahkan diri sebagai korban yang hidup merupakan wujud dari ketaatan. Allah bukan hanya melihat apa yang kita berikan atau korbankan kepada Dia, tetapi lebih dari itu Dia melihat dasar hati sebagai dinamo utama untuk berkorban. Allah mengenal sampai ke kedalaman hati kita. Allah akan memberi RohNya sendiri kepada semua yang taat kepada Dia (Kisah 5:32). Allah bertempat tinggal di sorga, tetapi Dia juga akan tinggal di hati yang hancur (Yesaya 57:15).
  5. Memelihara kekudusan hidup.
    Dipenuhkan oleh Roh Kudus, berarti datangnya Allah bertempat tinggal di dalam diri kita secara total. Dia menjadikan tubuh kita menjadi Bait Allah di mana ia akan tinggal. Orang percaya yang telah lahir baru berarti telah disucikan oleh darah Kristus. Kita telah mengalami pengampunan dosa dan didamaikan dengan Allah. Salah satu hatekat Allah yaitu "kekudusan". Hendaklah kamu kudus sebab Aku kudus adanya.

GPdI Maranatha Medan