Make your own free website on Tripod.com

Berbuat Baik
Oleh : Pdt. DR M.D. Wakkary
 

"Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik.  Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah tetapi barang siapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah". (III Yohanes 1: 11)

Alkitab memberikan ajaran yang jelas dan rinci tentang berbuat baik.  Tetapi bukan itu saja.  Siapa berbuat baik dinyatakan sebagai orang-orang yang berasal dari Allah.  Mengapa?  Karena "baik" merupakan sifat Allah.  Dalam Kitab Mazmur berulangkali kita temui kalimat : Allah itu baik.

Dalam Galatia 5:22, "kebaikan" adalah salah satu buah Roh.  Jadi kebaikan, merupakan produk dari Roh Kudus.  Tanpa karya Roh Kudus dalam hidup kita, sulit bahkan gagal kita mempraktekkan kebaikan. Kebaikan dalam iman Kristiani, bukanlah dalam standar moral falsafah hidup, melainkan kita peroleh sebagai satu sifat illahi dari Tuhan.

Rasul Paulus menulis : "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak lemah.  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman".  (Gal. 6:9-10)

Kepada Jemaat Roma, Rasul Paulus mengingatkan : "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan" (Roma 12:21)

Sebagai anak-anak Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, kita diminta oleh Firman Tuhan untuk mendemontrasikan kebaikan, seperti dinyatakan dalam Filipi 4:5 "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.  Tuhan sudah dekat.!"

Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati Anda sekalian.

(Warta Jemaat GPdI Maranatha Medan 15 November 1998)


GPdI Maranatha Medan