Make your own free website on Tripod.com

Stamina
Oleh : Pdt. DR M.D. Wakkary
 

"Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda?" (Yeremia 12:5)

Mungkin kita pernah mendengar ada orang yang melontarkan pertanyaan : "Mengapa orang yang cuma ongkang-ongkang kaki dapat memiliki banyak kekayaan.  Mengapa orang yang hidupnya sungguh-sungguh berbakti kepada Tuhan kok hidupnya tidak gemerlap?"

Keluhan Yeremia dan jawaban dari Allah itu relevan juga hingga saat ini.  Baru kamu bertanding dengan orang yang berjalan kaki kamu sudah merasa lelah, apalagi kalau bertanding dengan orang yang berkuda.  Jelaslah kita perlu memiliki "stamina" agar kita mampu menjalani hidup ini.  Paulus mengakui dirinya seperti atlit yang berlari menuju target/sasaran.  Demikian juga gereja Tuhan berlari perlu memiliki konsentrasi dan kekuatan.  Tidak santai!

Secara manusia kedengarannya nampak aneh, kok manusia harus berpacu dengan kuda.  Tetapi di sini sebenarnya mengandung  suatu arti rohani dan juga nubuatan.  Saya belum pernah melihat ada orang yang berlomba lari dengan kuda.  Sebab pasti orang itu akan kalah.  Kecepatan lari seekor kuda jauh lebih cepat dari kecepatan manusia.  Secara ratio tidak mungkin orang menang jika berlari melawan kuda.

Di dalam Alkitab tertulis ada seorang yang berlari melebihi kekuatan kuda, yaitu Elia (1 Raja 18:45, 46).  Kenapa bisa?  Dikatakan bahwa kuasa Tuhan berlaku atas Elia, dan inilah kunci STAMINA!

Di dalam Perjanjian Baru ada dua bahasa Yunani tentang kuasa.  Kata "kuasa" yang pertama yaitu 'exosia' yang mengandung arti authoritas atau wewenang dan kesanggupan.  Setiap anak Tuhan harus mempunyai wewenang dan kesanggupan yang berasal dari Roh Kudus.  Bukan tidak mungkin manusia mengalahkan kemampuan dan kecepatan kuda bila exosia dan dunamis itu ada dalam hidupnya.  Dalam dunia ini biasanya kalau menjadi anak lurah saja sudah bangga, apalagi kita seharusnya lebih bangga sebab kita adalah anak-anak Allah.  Kita mempunyai wewenang Kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus.  Kuda melambangkan daya dan kekuatan duniawi.  Kita tidak boleh terperangkap dengan keadaan dunia ini sehingga kita letih.  Dalam Ibrani 12:1,2 tertulis ".... berlombalah dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.  Marilah kita melakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus..." Sebab itu jangan lagi ada persungutan,  "Orang yang tidak setia, yang malas ke gereja tapi kok hidupnya makin enak dan makmur?"  Ingatlah sasaran kita bukanlah berkat-berkat duniawi, sasaran kita ialah "Panggilan Sorgawi".  (Filipi 3:14).  Berkat-berkat jasmani yang kita terima selama di dunia ini hanya sekedar bukti Tuhan memelihara dan mencukupkan keperluan kita.  Yang perlu kita utamakan adalah "Kerajaan Allah" (Mat. 6:33).  Tuhan memberi kekuatan kepada orang yang lelah dan menambah semangat kepada orang yang tiada berdaya.  Yesaya 40:29-31.  Gereja akan diperhadapkan dengan kekuatan duniawi, tapi tak perlu takut selama "Kuasa Allah" itu ada dalam hidup kita.

(Warta Jemaat GPdI Maranatha Medan 13 Mei 2001)


GPdI Maranatha Medan