Make your own free website on Tripod.com

CIRI-CIRI DEMAM BERDARAH

Medical – EHS

24-Feb-04

Circulation #03

PetroChina International Companies in Indonesia

FAQ about

Dengue Fever

Tanya-Jawab tentang Demam Dengue

 

 

 

 

What is Dengue Fever (DF)?

Apa yang dimaksud Demam Dengue?

 

Dengue infection is caused by a virus. It occurs commonly as dengue fever. Occasionally the patient suffering from dengue may develop bleeding. Common sites for bleeding are nose, gums or skin. Sometimes, the patient may have coffee ground vomiting or black stools. This indicates bleeding in gastro intestinal tracts and it is serious. The patient with dengue who has bleeding has Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Rarely the patient suffering from dengue may develop shock, then it is called dengue shock syndrome (DSS).

Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan. Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS  (Dengue Shock Syndrome).

 

 

 

 

When should I suspect Dengue?

Kapan kita mencurigai Dengue?

 

Dengue should be suspected when you have sudden onset of fever. The fever is high 103-105 degrees F or 39-40 degrees C. It is accompanied with severe headache (mostly in the forehead), pain behind the eyes, body aches and pains, rash on the skin and nausea or vomiting. The fever lasts for 5-7 days. In some patients, fever comes down on 3rd or 4th day but comes back. All the above symptoms and signs may not be present in the patient. The patient feels much discomfort after the illness.

Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.

 

 

 

 

There are several types of fever, when should dengue be suspected?

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?

 

The characteristics of dengue that make it different from other causes of fever are the pain behind the eyes, severe pains in the muscles, severe joint pains, and skin rashes. These features make the diagnosis of suspected Dengue likely. The severe joint pain caused by DF is the reason why DF is also called break-bone fever.

Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue. Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.

 

 

 

 

 

How can someone get dengue fever?

 

Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?

 

Dengue fever occurs following the bite of an infected mosquito Aedes aegypti. This type of mosquito has a peculiar white spotted body and legs and is easy to recognize even by laymen. It breeds in clean water and has a flight range of only 100 – 200 meters. The mosquito gets the Dengue virus after biting a human being infected with dengue virus.

Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus dengue.

 

 

 

 

Can I get dengue fever from another person?

Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?

 

Dengue does not spread directly from person to person. It is only spread through the bite of an infected mosquito.

Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

 

 

 

 

When does dengue develop after getting the infection?

Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?

 

After the entry of the virus in the person, it multiplies in the lymph glands in the body. The symptoms develop when the virus has multiplied in sufficient numbers to cause the symptoms. This happens generally about 4-6 days (average) after getting infected with the virus.

Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

 

 

 

 

Can people suffer from dengue and not appear ill?

Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?

 

Yes. There are many people who are infected with the virus and do not suffer from any signs or symptoms of the disease. For every patient with symptoms and signs there may be 4-5 persons with no symptoms or with very mild symptoms.

Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 – 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.

 

 

 

 

What is the treatment? Is it curable?

Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?

 

Like most viral diseases there is no specific cure for dengue fever.

Antibiotics do not help. Paracetamol (can be purchased without prescription) is the drug of choice to bring down fever and joint pain. Other medicines such as Aspirin and Brufen should be avoided since they can increase the risk of bleeding. Doctors should be very careful when prescribing medicines. Any medicines that decrease platelets should be avoided.

Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue.

Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.

 

 

 

 

Can dengue fever become dangerous?

Dapatkah dengue menjadi berbahaya?

 

The infection can become dangerous since it may cause damage to the blood vessels.

The damage may range from increased permeability of the blood vessels, causing leakage of blood fluid/plasma into various organs to completely broken blood vessels that causes bleeding.

The symptoms and signs of dengue hemorrhagic fever and dengue shock syndrome are related to damage to the blood vessels and derangement in functioning in components of blood that help it to clot.

Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat timbulnya perdarahan.

Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi dari komponen pembeku dalam darah.

 

 

 

 

Can people die from dengue fever?

Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?

 

People who suffer from dengue fever have no risk of death but some of them develop Dengue Hemorrhagic Fever or Dengue Shock Syndrome. In some of these cases death can occur. With proper treatment, the patients with Dengue hemorrhagic fever and dengue shock syndrome can recover fully. Good treatment provided in time can save most lives.

Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan.

Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.

 

 

 

 

When should a patient suffering from Dengue go to the hospital or consult a doctor?

Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke dokter?

 

Generally the progress towards dengue hemorrhagic fever or dengue shock syndrome occurs after 3-5 days of fever. At this time, fever has often come down. This may mislead many of us to believe that the patient is heading towards recovery. In fact, this is the most dangerous period that requires high vigilance from caregivers. The signs and symptoms that should be looked for are severe pain in the abdomen, persistent vomiting, bleeding from any site like, bleeding in the skin appearing as small red or purplish spots, nose bleed, bleeding from gums, passage of black stools like coal tar. Bring the patient to the hospital whenever the first two signs, namely, severe pain in the abdomen and persistent vomiting are detected. Usually it is too late if we wait until bleeding has occurred.

The most dangerous type of dengue is the dengue shock syndrome. It is recognized by signs like excessive thirst, pale and cold skin (due to very low blood pressure), restlessness and a feeling of weakness.

Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam.

Pada saat itu, biasanya demam menurun.

Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan.

Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat, muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam seperti arang.

Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang berkepanjangan. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan.

Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.

 

 

 

 

Is there a vaccine to prevent dengue fever?

Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?

 

A vaccine has been developed to prevent dengue fever but it is still under trial. It is not yet available in the market. Scientific progress is likely to help in prevention of dengue fever by vaccination in the years to come.

Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.

 

 

 

 

Are there any long-term ill effects of dengue fever?

Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?

 

Most people who suffer from dengue fever recover in 1-2 weeks time. Some may feel tired for several weeks. However, if symptoms persist after this period, consult a doctor.

Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu.

Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.

 

 

 

 

Where does the mosquito that spreads dengue live?

Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?

 

The highly domestic mosquito Aedes aegypti rests indoors, in closets and other dark places. Outside it rests where it is cool and shaded. The female mosquito lays her eggs in water containers in and around the homes, and other dwellings. These eggs will develop, become larvae, and further develop into adults in about 10 days.

Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan di tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.

 

 

 

 

How can the multiplication of mosquitoes be reduced?

Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?

 

Dengue mosquitoes breed in stored, exposed water collections. Favored places for breeding are barrels, drums, jars, pots, buckets, flower vases, plant saucers, tanks, discarded bottles, tins, tires, water coolers etc.

To prevent the mosquitoes from multiplying, drain out the water from desert coolers/window air coolers (when not in use), tanks, barrels, drums, buckets etc. Remove all objects containing water (e.g. plant saucers etc.) from the house. Collect and destroy discarded containers in which water collects e.g. bottles, plastic bags, tins, used tires etc.

In case it is not possible to drain out various water collections or to fully cover them, use TEMEPHOS, an insecticide, (brand name Abate) 1 ppm (part per million) according to the local guidelines to prevent larvae from developing into adults.

Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka. Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dll.

Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari rumah dan sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll.

Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang menjadi dewasa.

 

 

 

 

How can I prevent mosquito bites to prevent dengue?

Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?

 

There is no way to tell if a mosquito is carrying the dengue virus. Therefore, people must protect themselves from all mosquito bites.

Dengue mosquitoes bite during the daytime throughout the day. Highest biting intensity is about 2 hours after sunrise and before sunset.

Wear full sleeves clothes and long dresses to cover as much of your body as possible.

Use repellents – be careful in using them in young children and old people.

Use mosquito coils and electric vapor mats during the daytime also to prevent dengue.

Use mosquito nets to protect children, old people and others who may rest during the day. The effectiveness of these nets can be improved by treating them with permethrin (pyrethroid insecticide). This bed-net is called Insecticide Treated Nets and is widely used in the prevention of malaria.

Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.

Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.

Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk. Oleskan anti gigitan nyamuk – hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari.

Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari.

Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin).

Kelambu seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.

 

 

 

 

Is there any advice for the patient with dengue fever to prevent the spread of the disease to others?

Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada orang lain?

 

The spread of dengue from a patient to others is possible. The patient should be protected from contact with the mosquito. This can be achieved by ensuring that the patient sleeps under a bed-net. Effective mosquito repellents are used where the patient is being provided care. This will prevent the mosquito from biting the patient and from getting infected and spreading it to others.

Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk (repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

 

 

 

 

What should the doctors treating dengue do?

Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?

 

Patients suspected to be suffering from dengue hemorrhagic fever or dengue shock syndrome should be admitted to a hospital without delay.

Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.

 

 

 

 

What can the community do to prevent dengue?

Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?

 

In fact, the community is the key to dengue prevention.

As elaborated above, prevention of dengue relies heavily on preventing the mosquito Aedes aegypti that transmits dengue from breeding inside and in the vicinity of homes. Every household can undertake the very simple measures to prevent existing water collections from becoming places for breeding of Aedes aegypti by draining out water from various containers, by regular changing of water plus cleaning flower vases and other items or, in the case of unused items, by discarding/destroying them.

Since the mosquito does not travel far, "house cleaning" by all members of a community will ensure that no breeding places exist, preventing dengue from occurring.

The main strategy in the prevention and control of dengue is "source reduction", or prevention of breeding places, mentioned above.

Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue.

Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah.

Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang jauh-jauh.

Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, ”pembersihan rumah” oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk, sehingga mencegah terjadinya dengue.

Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah “meniadakan sumbernya” atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.

 

 

 

 

In the case of a dengue outbreak or epidemic what are our strategies?

Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?

 

Prevention of mosquito breeding places remains our mainstay. However to stop or to slow down the transmission it may be supplemented by "thermal fogging", using fogging machines. In fogging, we use an insecticide that has an immediate knockdown effect on adult mosquito. When fogging is undertaken after an epidemic occurs, it is unfortunately too late. Fogging, to be effective, should be done at about 3-4 days interval. It is expensive and time consuming. Therefore, measures undertaken by the community, for the community, to prevent the breeding of mosquitoes is far more cost-effective than containment measures once an outbreak occurs.

Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat dibantu dengan “thermal fogging” menggunakan mesin semprot (fogging). Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari. Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.

   

                                            Source: W.H.O.                                                     Sumber: W.H.O.

 

 


GPdI Maranatha Medan