Make your own free website on Tripod.com

BANGKIT DARI KEMATIAN
Kesaksian : Pendeta Daniel Ekechukwu (Nigeria)


Kisah Nyata
(Pendeta Daniel Ekechukwu mengalami suatu kecelakaan mobil yang mengakibatkan kematian baginya, namun oleh kemurahan Tuhan akhirnya beliau dapat hidup kembali.  Selama menjalani kematian, malaikat mengajak rohnya berjalan-jalan ke sorga dan neraca.  Inilah kisah nyata perjalanan spiritual itu)

Aku pergi ke kampung di mana ayahku tinggal.  Ada oleh-oleh yang kubawa untuknya. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan kembali dengan membawa banyak beras untuk keperluan Natal.  Dalam perjalanan pulang ke rumah (Onitsha), ada lembah sangat besar.  Lembah dan bukit di sana sangat curam.  Selagi aku mengemudi kendaraan, rem yang kuinjak gagal.  Aku mencoba untuk mengendalikan, tetapi aku tak bisa.  Sebab bukit di situ sangat berbahaya, ada banyak tiang-tiang pada kiri kanan jalan untuk menjaga agar kendaraan tidak jatuh ke jurang.  Kendaraanku menabrak jurang dan dadaku terhentak tangkai stir mobil.  Aku muntah darah segar keluar dari hidungku.  Juga ada banyak yang bersama denganku, dan iapun terluka.  Kemudian orang-orang banyak mengerumuniku.  Aku ingat mereka mengangkatku ke dalam ambulan dan membawa ke rumah sakit.  Itulah yang aku ingat.  Ketika di rumah sakit aku siuman.  Aku melihat ke sekeliling dan tampak olehku alat infus dan alat-alat kedokteran lainnya yang dipasang ke tubuhku.  Aku meminta kepada mereka agar istriku datang.  Ketika mereka membawa isteriku aku mengatakan agar aku dibawa saja ke dr. Misereke di Owerri.  Dialah dokter yang kusukai.  Suatu ketika aku pernah terluka, dialah yang merawatku.  Sehingga aku yakin bahwa dia mau mengantarku ke dokter tersebut.  Kemudian jalanlah kami ke rumah sakit di Owerri.  Ada beberapa pendeta dan beberapa orang menyertaiku.  Aku kuatir terjadi apa-apa diperjalanan nanti, maka aku meminta agar isteriku diijinkan untuk ikut dalam ambulan.  Jadi aku dan isteriku ada di ambulan.  Pada saat itulah aku melihat dua malaikat masuk ke dalam ambulan.  Tiba-tiba saja aku terkejut dan takut dan ingin bicara keras tentang apa yang sedang kulihat.  Tapi salah satu dari mereka menutup mulutku, sehingga aku tidak dapat berbicara.  Aku cuma bicara dengan isteriku agar ia mau memelihara Jemaat Tuhan dan lain sebagainya.  Aku pikir dia tidak tahu.  Kemudian kedua malaikat membawaku pergi.  Kami tiba di suatu tempat dan mereka menggandeng tanganku, dan ada salah satu dari mereka yang membawa aku, dan dia mengatakan “Mari pergi ke sorga”.  Itulah yang dikatakannya kepadaku.  Aku berbicara dengannya (malaikat) persis seperti berbicara dengan manusia.  Aku mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya dan iapun menjawabku.  Ia menggandengku seperti teman.  Dia mengatakan kami sudah sampai ke surga.  Iapun membawaku ke suatu tempat, di mana aku melihat banyak kumpulan orang.  Malaikat yang bersamaku memakai pakaian putih.  Tubuhnya putih murni.  Pakaiannya putih murni.  Ketika aku melihat kumpulan besar tersebut, rasanya aku menjadi salah satu bagian dari mereka.  Dalam hati aku berkata “Lihat di mana malaikat bersama-sama mereka”.  Kemudian ia (malaikat) mengatakan padaku bahwa mereka adalah orang-orang kudus yang sudah mati berkumpul.  Inilah tempat bagi mereka.  Jadi, ketika aku melihat mereka, mereka memuji-muji Tuhan.  Sungguh luar biasa.  Kau tahu, seakan-akan ada kuasa di dalam yang mengendalikan suasana yang mereka lakukan.  Kalau mereka ingin mengangkat tangan, maka serempak mereka lakukan.  Tak seorangpun yang mendahului atau lebih lambat.  Jika mereka ingin sujud, mereka serempak bersujud.  Dan tak seorangpun yang lebih cepat atau lebih lambat.  Seakan-akan ada kekuatan yang mengendalikan semua yang mereka lakukan tersebut.  Aku juga mendengar suara alat-alat musik, tapi tidak kulihat alat-alat musik tersebut.  Saat pengalaman ini berlangsung dan menyatu, aku terhanyut ingin bergabung ke tengah-tengah mereka tetapi malaikat itu berkata “Jangan… masih banyak orang yang akan kutunjukkan kepadamu, jangan kesana.  Mari kita lihat rumah besar seperti yang dijanjikan Yesus”.   Maka malaikat itu membawa aku ke suatu tempat yang luar biasa.  Hal itu sangat nyata kulihat, sampai aku tidak bisa menggambarkan keindahan tersebut.  Pokoknya sangat-sangat mulia.  Aku sangat terkagum dengan rumah tersebut, semua tampak seperti kaca dan seperti emas, tak bisa digambarkan.  Setiap bunga tampak seperti emas.  Ketika aku sedang melihat tempat tersebut, dia mengatakan padaku bahwa Yesus sudah menyelesaikannya, tetapi sayang orang-orang kudus belum siap.  Kemudian malaikat tersebut berkata “Mari ikut aku ke neraka”.  Itulah saat terakhir aku melihat sorga.  Lalu sesuatu terjadi seketika.  Hanya dari ucapan kami muncul di tempat itu.  Kami tidak pernah terbang ataupun bergerak.  Seketika malaikat berkata “Mari kita kunjungi rumah besar”.  Dalam sekejap mata aku melihat sebuah tempat yang kelihatan seperti rumah besar.  Di rumah besar tersebut malaikat berkata “Mari kita kunjungi neraka”.  Sekejap mata, kami telah sampai.  Kami bergerak mendekati tempat tersebut dan tampaklah pintu gerbang yang sangat besar, teramat besar.  Tampak tulisan di puncak gerbang “SELAMAT DATANG DI PINTU GERBANG NERAKA”.   Malaikat tersebut menggandeng tanganku memasuki gerbang tersebut.  Malikat itu menurunkan tangannya, maka terbukalah gerbang dan terdengar suara bising (gaduh) yang teramat sangat.  Tiba-tiba gerbang tersebut terbuka.  Aku mulai mendengar ratapan.  Kemudian aku melihat ke dalam, tampak orang-orang seperti saya di sini.  Mereka mengenakan pakaian, mereka punya tubuh yang sama seperti kita, beberapa hitam dan putih.  Mereka berbeda dengan apa yang saya lihat sebelumnya di sorga.  Mereka sedang berteriak, tampak sangat menderita dan tersiksa.  Aku sendiri tidak menyadari kalau mereka melihat aku bersama malaikat, karena memang aku sedang bersama malaikat.  Herannya mereka tidak meminta pertolongan kepada malaikat.  Malahan minta pertolongan padaku.  Kulihat seorang dalam keadaan ketakutan berusaha menyentuhku.  Ia berteriak “Aku ini pendeta, aku hanya mencuri uang gereja dan aku berusaha untuk mengembalikan segera”.  Dia hanya ingin mengatakan bahwa ia akan segera mengembalikannya,  itulah sebabnya supaya aku mau menolongnya.  Sungguh aku belum pernah melihat api yang menjilat-jilat seperti di neraka itu.  Aku melihat orang-orang disiksa di dalam api.  Tentang semuanya ini, malaikat mengatakan kepadaku agar dicatat untuk dibawa.  Kemudian malaikat tersebut memberiku buku catatan dan bolpen kepadaku.  Maka aku mencatat semua pengalaman ini.  Ketika aku bangun hal pertama yang kuingat adalah catatanku tadi.  Maka kukatakan “mana catatanku, mana catatanku?” Tapi mereka tidak mengerti yang kumaksud.  Jadi semua yang kulihat kucatat.  Kemudian aku menyadari bahwa catatanku, mungkin ingatanku sendiri (pengalamanku).  Jadi ketika aku sedang berdiri dan minta agar malaikat menolong mereka, ia (malaikat) mengatakan bahwa aku punya kesempatan lain untuk kembali.  Dia mengatakan semua ini, bahwa orang kaya (dalam Alkitab) di alam maut telah diturunkan pada generasi ini.  Aku tidak mengerti maksudnya.  Sesudah aku bangun dan membaca dalam Alkitab, aku menyadari bahwa permintaan orang kaya tersebut, yakni agar orang mati dibangkitkan kembali kedunia.  Malaikat mengatakan kepadaku bahwa ia akan memberiku kesempatan lain, dan untuk kembali kedunia sebagai peringatan terakhir pada generasi ini.   


GPdI Maranatha Medan