Make your own free website on Tripod.com

IBADAH BANGSA ISRAEL
Ringkasan Khotbah Pdt. Y. Sinukaban (Kabanjahe), Minggu 24 Nopember 2002  


AMOS 5 : 21-24
"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu....."

Dalam kitab Keluaran 23:25 kita baca bahwa Allah sangat menginginkan umatNya untuk beribadah, karena salah satu faktor berkat Tuhan mengalir adalah melalui ibadah.  Dan ibadah itu dapat dilakukan secara perorangan/pribadi, keluarga, kelompok, ataupun secara besar-besaran yang disebut dengan ibadah raya dimana ada berbagai jenis musik, nyanyian/pujian, tarian dan juga berbagai korban yang dibawa kepada Tuhan yang semuanya itu bertujuan untuk mengagungkan nama Tuhan.  Melalui ibadah, Tuhan dipermuliakan dan ditinggikan dan setiap orang yang memuji Dia diberkatiNya.

Tetapi dalam Amos 5:21-24 kita baca bahwa Allah membenci, menghinakan perayaan/ibadah bangsa Israel, bahkan tidak suka akan korban-korban persembahan bangsa itu sekalipun korban mereka adalah korban yang tambun Allah tidak mau memandang.  Korban pujian mereka juga Allah tidak mau dengar.  Mengapa Allah berfirman kepada bangsa itu demikian, karena di tengah-tengah bangsa Israel tidak ada keadilan dan kebenaran (ayat 24).  Bangsa Israel rajin merayakan hari-hari raya, rajin berkorban dan suka menyanyi memuji Tuhan tetapi perbuatan mereka sehari-hari tidak menunjukkan hal-hal benar dan adil.  Mereka beribadah tetapi melakukan kejahatan.

Yang terutama bagi Allah bukanlah banyaknya korban, cara memuji Tuhan, lama beribadah, kepandaian bermain musik dll.  tetapi yang paling penting ialah sikap hati kita dalam meresponi akan Firman Tuhan.  Seluruh umat tebusanNya harus adil dan benar di dalam beribadah dan juga harus adil dan benar dalam perbuatan sehari-hari, baik sebagai pedagang harus benar, pengusaha harus adil dalam bertindak, pelayan-pelayan Tuhan harus benar yaitu dengan motivasi yang benar dalam melayani karena firman ini berlaku bagi semua orang yang telah percaya yaitu orang yang mau beribadah.

Jadi, apakah ibadahmu disukai Tuhan atau tidak.  Belajarlah untuk mempersembahkan ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan sehingga setiap ibadah kita tidak sia-sia tapi mendatangkan berkat yang sangat besar.  
Tuhan memberkati.


GPdI Maranatha Medan