Make your own free website on Tripod.com

KUASA NAMA YESUS
Ringkasan Khotbah Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu 1 Desember 2002  


MIKHA 4 : 5
"Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya".

Ada ungkapan mengatakan "apakah arti sebuah nama?".  Tetapi kita tidak sepaham dengan mereka, karena kita menyembah Allah yang mempunyai NAMA dan nama itu sangat besar kuasanya.  Kata "Tuhan" dalam bahasa Ibrani adalah Yahwe dan kata Allah dalam bahasa Ibrani adalah Elohim.  Setiap orang mempunyai nama-nama allah sendiri.  Tetapi kita harus berjalan dalam nama Tuhan untuk selama-lamanya.

Dalam perjanjian lama ada dua orang yang menanyakan tentang nama Allah, yaitu Manoah yang bertanya siapakah nama Allah ?  Nama Allah adalah yang ajaib (dalam terj. bahasa Inggris berarti rahasia).  Dan dalam Amsal 30 : 4 bertanya bukan hanya nama Allah tetapi nama Anak Allah juga.  Siapakah nama Anak Allah itu?  Lukas 2 : 21, nama Anak Allah adalah Yesus.

Kenapa namaNya Yesus?  Karena arti YESUS adalah penyelamat (Yesua bahasa Ibrani).  Yesus dijadikan juga Tuhan/Tuan/Master dan Kristus (Mesiah).  Yesus bukan hanya sebagai Tuhan, tetapi Kristus.  Karena arti Kristus adalah yang diurapi.  Dalam Perjanjian Lama kita membaca bahwa yang diurapi itu adalah jabatan raja, nabi dan imam.

Kisah Para Rasul 4 : 10-12 kita baca bahwa selain di dalam Yesus Kristus tidak ada keselamatan.  Setiap orang yang percaya dan beriman kepada nama itu, akan diselamatkan, yaitu kepada orang yang menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat akan diberikan kuasa (exousia) menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12).  Sekarang banyak orang berdoa, bernyanyi dengan memakai nama Yesus tetapi tidak mengenal akan kuasa dari nama Yesus.  Dalam Kisah 4:10 dijelaskan bahwa dengan nama Yesus orang dapat sembuh dan memperoleh kesehatan yang sempurna.  Sehingga berita akan nama Yesus harus disebarluaskan ke seluruh permukaan bumi.  Lukas 24:47.  Penggunaan nama Tuhan tidak dapat sembrono  (Keluaran 20:7).

Jadi, kita masing-masing harus mengoreksi diri kita, apakah kita sudah mengalami kuasa nama Yesus atau kita hanya sebagai pendengar dari kesaksian orang lain akan kuasa nama Allah itu.  Kuasa nama Yesus tetap sama dahulu, hari ini dan sampai selamanya.  Sungguh-sungguhlah dalam Tuhan supaya dapat merasakan kuasa nama Yesus.  Amen.


GPdI Maranatha Medan