Make your own free website on Tripod.com

YESUS ANAK ALLAH
Ringkasan Khotbah Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu 22 Desember 2002  


MATIUS 1 : 1
"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham"

Kata silsilah telah sering kita dengar karena setiap manusia mempunyai silsilah masing-masing.  Melalui silsilah kita mengetahui nenek moyang atau leluhur kita.  Kehebatan Alkitab bahwa Ia menguraikan silsilah dengan tepat dan benar.  Yesus yaitu Tuhan kita sebagai manusia seratus persen juga mempunyai silsilah.  Dia adalah anak Daud, seorang raja yang terkenal dan dibanggakan oleh bangsa Israel dari abad ke abad.  Yesus juga anak Abraham leluhur bangsa Israel yang sangat dihormati.  Tetapi Abraham juga bapa banyak bangsa. (Kejadian 12).  Lukas 3:23,38 Yesus sebagai anak manusia adalah anak Adam yang telah berdosa.  Sehingga tubuh Yesus dapat terkena akibat dari dosa yaitu maut / kematian (Roma 6 : 23), walaupun Yesus sendiri tidak berdosa dan tidak dapat berdosa.

Apabila hanya sebagai keturunan manusia, Yesus tidak dapat menyelesaikan misi Allah.  Sehingga Yesus bukan hanya manusia seratus persen tetapi Dia adalah Allah seratus persen.  Markus 1:1.  Yesus yang telah lahir di Betlehem di kandang binatang, mengemban misi Allah yang sangat besar yaitu keselamatan semua manusia.  Proses kelahiranNya menunjukkan kepada kita bahwa Ia adalah manusia seratus persen.  Bahkan anak manusia yang miskin karena dibaringkan di palungan.

Yohanes 3:16 jelas mengungkapkan misi Anak Allah ke dunia ini yaitu untuk keselamatan seluruh dunia.  Ayat ini menunggangbalikkan persepsi kepercayaan-kepercayaan yang ada di dunia ini yang beranggapan bahwa Allah tidak mempunyai anak.  Umumnya agama percaya Allah ada tetapi kebanyakan tidak percaya adanya Anak Allah.  Padahal hanya melalui Anak Allah semua manusia diselamatkan.  Manusia dapat beroleh hidup yang kekal, apabila percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah yang merupakan satu-satunya jalan keselamatan itu.  Kisah Para Rasul 4:12, Yohanes 14:6.

Yesus telah merendahkan dirinya dengan lahir di kandang yang hina dan mati di salib Golgota sebagai orang yang terkutuk supaya semua orang yang percaya padaNya diselamatkan.

Oleh sebab itu pandanglah Yesus bukan hanya sebagai penyembuh, pemberi berkat, penolong, sumber sukacita dll, tetapi yang utama adalah Yesus sebagai Anak Allah yang sanggup (berkuasa) menyelamatkan manusia.

Begitu besar kasih Allah sehingga Ia mengorbankan anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.


GPdI Maranatha Medan