Make your own free website on Tripod.com

KEDUDUKAN ORANG KRISTEN
Ringkasan Khotbah Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu  26 Januari 2003  


LUKAS 10:30
Pada perikop ini, Yesus sedang berdialog dengan orang Farisi tentang hukum kasih dan sekarang dikalangan orang Kristen sering dibicarakan hukum kasih karena seringkali kita tidak tahu bagaimana untuk berbuat kasih atau tidak mampu melakukan kasih itu.  Yesus memberi contoh tentang orang Samaria yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.  Kenapa Tuhan Yesus mengambil contoh dari dua kota ini "ada seorang turun dari Yerusalem ke Yerikho".  Arti Yerusalem dari kata syalem (syalom) adalah kota damai sejahtera dan sebutan ini pantas karena di Yerusalem ada Bait Allah, para imam, orang lewi bahkan seluruh dunia datang ke Yerusalem untuk beribadah khususnya pada hari-hari raya.  Kota Yerikho mempunyai banyak pengertian yaitu bau parfum / wewangian, kota bulan/moon city dan secara julukan kota ini disebut kota palma/korma.  Dan pada zaman itu kota Yerikho adalah kota perdagangan yang cukup ramai dan strategis sehingga banyak orang ingin datan ke Yerikho.

Yerusalem adalah gambaran kota ibadah, sedangkan Yerikho menjadi simbol kota duniawi.  Tetapi mengapa Yesus mengatakan ada seorang turun dari Yerusalem ke Yerikho.  Jarak Yerusalem ke Yerikho kurang lebih 20 kilometer dan berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.  Yerusalem di kelilingi dan berada di atas gunung-gunung.  Sedangkan Yerikho berada di lembah Yordan dan berjarak 8 kilometer dari sungai Yordan dan belasan kilometer dari laut mati, yang letaknya sekitar 400 meter di bawah permukaan laut.   Jadi, seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho akan melalui jalan yang berliku-liku dan curam sekali serta banyak batu-batu karang serta padang pasir.  

Seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho dirampok habis-habisan (ditelanjangi terj. Yunani) karena kebiasaan orang Yahudi memakai pakaian yang berlapis dan memiliki jubah yang mahal serta menyimpan uang di ikat pinggang mereka.  Juga orang itu dipukul / dilukai dan ditinggalkan setengah mati.  Ada pengertian rohani yang dalam sehingga Yesus mengetengahkan profil orang yang turun dari Yerusalem, yaitu peringatan tentang bahayanya kalau kita turun dari Yerusalem ke Yerikho.  Efesus 2:4-6, menjelaskan bahwa orang percaya dan telah diselamatkan, Tuhan tempatkan / dudukkan di tempat-tempat sorgawi (in heavenly places).  Kedudukan kita sebagai orang percaya sangat tinggi sekali.  Jaminan perlindungan sejati orang Kristen adalah jika ia hidup bersama-sama dengan Kristus, dia aman di tempat-tempat sorgawi.  Kolose 3:1-2.  Walaupun kita berada di bumi tetapi kita harus mencari perkara yang di atas karena Kristus tempat tinggalnya di atas.  Jikalau kita hidup di dalam Kristus Yesus maka posisi kita di atas, bukan karena kita hebat tetapi karena kita bersama-sama dengan Yesus Kristus.  Memang kita hidup di dalam dunia tetapi kita hidup dalam posisi kerohanian yang berbeda dengan orang-orang duniawi.  Iblis selalu mencoba menarik kita turun dari kedudukan dalam Kristus jatuh ke godaan duniawi.  Bahaya besar kalau ada anak Tuhan yang coba-coba hidup dengan cara dunia dia akan dirampok oleh iblis.  Yohanes 10:10.  Yesus akan memberkati tubuh, jiwa dan roh namun iblis berusaha merampok berkat-berkat Allah itu.  Perhatikan dalam ayat 31-35 akan seorang imam dan orang Lewi yang sehari-harinya melayani Tuhan, tetapi setelah turun ke Yerikho mereka tidak peduli lagi kepada sesamanya, justru orang Samaria yang mempunyai belas kasihan.  Orang Samaria ini adalah gambaran dari Yesus Kristus yang membawa darahNya sendiri (anggur) dan Roh Kudus (minyak) dan memberikan dua dinar kepada pemilik penginapan (gereja lokal).  Dua dinar adalah upah dua hari kerja.  Satu hari bagi Tuhan sama dengan seribu tahun bagi manusia.  Tuhan sediakan waktu 2000 tahun masa kemurahan/anugerah kepada pemilik penginapan yang adalah lambang gereja lokal yang tugasnya adalah membalut, merawat, memulihkan dan melayani.

Gereja harus mewartakan bahwa Yesus Kristus adalah Penyelamat, Penyembuh, Raja damai sebagaimana dicari-cari orang-orang sekarang ini.  Jika kita banyak melayani, banyak berkorban kepada Tuhan, maka Tuhan akan menggantikannya kembali pada waktu Yesus datang kedua kalinya.  Haleluyah.


GPdI Maranatha Medan