Make your own free website on Tripod.com

PENYAKIT ROHANI DI AKHIR ZAMAN
Ringkasan Khotbah Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu  11 Mei 2003  


YUDAS 16-20
Dengan mulut kita dapat menyenangkan hati Tuhan.  Yaitu dengan mempermuliakan dan mengagungkan Tuhan melalui pujian dan penyembahan.  Tetapi juga sebaliknya, mulut dapat digunakan untuk perkataan yang tidak benar.  Ayat di atas memberikan gambaran kehidupan dunia akhir zaman.  Khususnya tentang orang fasik yang akan dihakimi pada saat kedatangan Yesus kedua kalinya.  Ada lima unsur negatif yang dapat timbul dari mulut orang fasik:

  1. Menggerutu dan mengeluh tentang nasib.  (ay. 16).
    Adalah wajar jika manusia menggerutu atau mengeluh jika diperlakukan secara tidak adil.  Atau mungkin mengeluh karena situasi yang tidak aman, keadaan ekonomi yang tidak menentu dsb.  Tetapi ada orang yang mengeluh dan menggerutu tentang nasibnya.  Karena banyak kepercayaan-kepercayaan di dunia ini bahwa hidup manusia ditentukan oleh "nasib".  Orang fasik boleh berpikiran bahwa hidupnya ditentukan oleh nasib.  Dengan berkata nasibku tidak baik, kenapa nasibku tidak sama dengan keluarga itu.  Tetapi Tuhan berkata ini adalah penyakit dunia akhir zaman.  Mulut dipergunakan terus untuk mengomel, untuk menyesali nasib.  Iblis telah menipu manusia dengan berkata nasibmu sudah memang begitulah.  Kita sudah pelajari Alkitab bahwa nasib kita bukan ditangan situasi, kondisi, keadaan politik, sosial, ekonomi.  Tetapi nasib orang percaya ada ditangan Tuhan.  Mungkin kita pernah mengeluh akan keadaan-keadaan sekarang tetapi orang percaya jangan sekali-kali mengeluh dan menggerutu tentang nasib.  Kalau mau diberkati dan tetap di dalam perlindungan Tuhan jangan sekali-kali mengeluh, menggerutu, bersungut-sungut di hadapan Tuhan.  Khususnya pada waktu membawa korban, ingin proaktif di pekerjaan Tuhan jangan bersungut-sungut.  Flp. 2:14

  2. Mengeluarkan perkataan yang bukan-bukan.  (ay. 16)
    Dalam terjemahan bahasa Inggris disebut "great swelling words" adalah perkataan-perkataan yang dibesar-besarkan atau kata-kata yang di dramatisir.  Sesuatu perkara yang tidak sesuai dengan kenyataan.  Membesar-besarkan sesuatu perkara yang sebenarnya sepele. Itulah yang dimaksudkan dengan perkataan yang "engga-engga saja".

  3. Menjilat orang untuk mendapatkan keuntungan (ay. 16)
    Menjilat/mengangkat-angkat/menyanjung seseorang supaya dapat keuntungan.  Akhir zaman banyak penjilat beroperasi.  Mereka adalah orang-orang munafik.

  4. Pengejek-pengejek. (ay. 18)
    Pada zaman sekarang manusia sangat suka mengejek.  Hati-hati menunjuk orang.  Jari telunjuk menunjuk orang lain tetapi tiga jari menunjuk diri sendiri.  Berbagai cara dibuat orang untuk mengejek.  Ada melalui humor, karikatur, dll.  Orang percaya tidak boleh mengejek tetapi orang percaya harus saling membangun dan menguatkan.

  5. Pemecah belah. (ay. 19)
    Iblis selalu bertujuan untuk memecah belah dari pada satu kerukunan.  Banyak mulut yang dipakai untuk memecah belah rumah tangga, kantor, jemaat dlsb.

Oleh sebab itu kita harus hati-hati, jangan sampai gereja Tuhan terjebak di dalam hal-hal negatif yang dapat timbul dari mulut kita.  Penyakit akhir zaman ini harus kita hindari.  Ini merupakan strategi iblis untuk melemahkan gereja.  Paulus menulis dalam surat Kolose hal-hal yang positif bagi sikap orang-orang percaya dalam menghadapi lima unsur negatif yang keluar dari mulut manusia akhir zaman.  (Kolose 3:8-17).  Yaitu membuang marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor.  Dan kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan, kesabaran serta perkataan Kristus (firman Allah) diam di dalam hati kita.  Tuhan memberkati.


GPdI Maranatha Medan