Make your own free website on Tripod.com

MEMILIKI DAN MENGKLAIM HAK KESULUNGAN
Ringkasan Khotbah Pdt. Welly Roem (Wamena, Papua), Minggu  24 Agustus 2003  


KISAH PARA RASUL 22:25
Paulus adalah seorang rasul yang dipilih Tuhan.  Dalam pelayanan Paulus sering mengalami aniaya, siksaan, dlsb.  Suatu ketika pemerintah Romawi menangkap Paulus dan membawanya ke markas untuk disesah.  Dalam keadaan yang sangat berbahaya ini, dia klaim haknya sebagai warga negara Roma.  KPR. 16:38, Paulus keluar dari kesulitan hanya dengan mengklaim haknya sebagai warga negara Roma.

Peristiwa di atas merupakan gambaran dari Gereja Tuhan yang mempunyai hak kesulungan atau prioritas.  Hal ini yang hilang sekarang dari gereja Tuhan.  Ada sebagian orang hanya sekedar berkumpul dalam sebuah komunitas sebagai orang beragama tetapi kehilangan hak itu.  Gereja banyak kehilangan berkat karena tidak mempergunakan hak kesulungan sebagai anak-anak Allah.  Kita adalah orang-orang pilihan/kepercayaan Allah.

Harga hak kesulungan itu mahal.  Untuk mendapatkan hak sebagai warga negara Roma, perwira itu beli dengan uang yang banyak (ay. 28).  Tetapi Paulus mendapatkannya karena kelahiran.  Untuk mendapatkan hak kesulungan sebagai anak Allah harus melalui proses kelahiran kembali.  Yesus berkata kepada Nikodemus: "... jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Yoh. 3:3.

Orang yang menerima hak kesulungan itu akan menjadi berkat bagi orang lain.  Kejadian 12:3.  Dalam Kejadian 27 diceritakan  tentang Yakub menerima berkat sebagai anak sulung.  Tangan dan leher Yakub disaluti dengan kulit kambing supaya sama seperti Esau.  Ada darah binatang yang tertumpah untuk mendapatkan berkat kesulungan itu.  Darah Yesus di salib membuat kita memiliki hak kesulungan itu.  Melalui salib dosa disucikan, tapi lebih dari itu kita menjadi anak-anak Bapa, sebagai pewaris Kerajaan Sorga.  Pakaian kebenaran dipakaikan kepada kita melalui korban Yesus di Golgota.  Salib membuat kita indah, berharga di mata Allah.

Problem/masalah bisa menerpa kehidupan kita, tetapi jangan anggap itu sebagai satu situasi tetapi satu pribadi yang dapat kita kendalikan sebagai anak-anak Allah.  Gereja merupakan salah satu aset bangsa.  Berkat yang ada pada gereja mengalir kepada bangsa ini.  Dalam Kejadian 48:14, 15, Efraim si bungsu dapat berkat kesulungan karena ada tangan yang bersilang.  Salib merubah kutuk jadi berkat, yang bukan anak menjadi anak Allah, yang bukan umat menjadi umat kesayangan.  Berkat bagi gereja adalah berkat Israel, penuh dengan nilai-nilai kekekalan (Kejadian 48:14), bukan berkat Yakub yang hanya bersifat jasmani, sementara saja.  (Kejadian 47:7).

Jadi, kalau kita mengalami suatu masalah, kesulitan, penyakit, pandanglah kepada salib Yesus!  Salib Yesus memberikan pengharapan.  Roma 8:31, 32.  Melalui Yesus di salib gereja dilahirkan.  Itulah sebabnya setiap orang Kristen perlu dibaptis.  Baptisan bukan tanda keanggotaan gereja, tetapi makna baptisan kelahiran kembali oleh Roh Kudus.  Yohanes 3:5-6,  Titus 3:5.  Karena kita adalah warga Kerajaan Allah.  Filipi 3:20, 2 Tes. 1:5.  Puji Tuhan.


GPdI Maranatha Medan