Make your own free website on Tripod.com

TUJUAN IMAN
Ringkasan Khotbah Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu  14 September 2003  


IBRANI 2:1-4
Dalam ayat pertama pada pembacaan di atas rasul Paulus mengingatkan orang Ibrani untuk lebih serius dan teliti memperhatikan setiap Firman, jika tidak maka akan hanyut terbawa arus.  Sekarang ini kita begitu gampang untuk mendapatkan Firman Tuhan, dengan mendengar khotbah, membaca traktat, buku-buku dan majalah-majalah rohani.  Dan dengan kecanggihan teknologi sekarang ini membuat kita semakin begitu gampang untuk mendapatkan informasi dari berbagai sudut dunia ini.

Orang Israel sangat bangga mendapatkan Firman dari malaikat-malaikat (ay. 3).  Mereka sangat mengagung-agungkan keberadaan malaikat.  Kalau kita perhatikan dalam Alkitab, bahwa yang menyampaikan Firman Tuhan itu adalah nabi, imam, rasul.  Sangat jarang kita temukan ayat yang mengatakan malaikat menyampaikan Firman.

Kisah Para Rasul 7:53 menjelaskan bahwa hukum Taurat disampaikan oleh malaikat-malaikat.  Mungkin sedikit bertentangan dengan pengetahuan kita selama ini.  Hukum Taurat ditulis pada dua loh batu dan Tuhan yang memberikannya kepada Musa.  Tetapi dalam Mazmur 68:18 berbunyi: "Kereta-kereta Allah puluhan ribu, bahkan beribu-ribu banyaknya;  Tuhan telah datang dari Sinai, masuk ke tempat kudus".  Kemungkinan besar kesepuluh Hukum Taurat langsung dari tangan Allah tetapi hukum-hukum yang lain disampaikan oleh malaikat-malaikatnya yang turut bersama-sama Tuhan ketika menurunkan Hukum Taurat di gunung Sinai.

Firman yang disampaikan malaikat-malaikat adalah peraturan/mengikat.  Dan yang kita terima sekarang adalah Firman Kasih Karunia yang penuh dengan kuasa.  Yang diteguhkan dengan tanda-tanda, mujizat dan berbagai karunia Roh.  Jadi sangat bertolak belakang dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa mujizat hanya berlaku pada zaman dahulu.  Mujizat berlaku dulu, sekarang dan sampai selamanya.  Firman Allah adalah nyata/konkrit.  Yohanes 1:1,14, Firman menjadi manusia/daging.

1 Petrus 1:9,10,12 tujuan iman dari umat Kristiani adalah keselamatan.  Tujuan iman kita bukanlah kekayaan, kedudukan, kesembuhan, dlsb.  Derajat orang percaya lebih tinggi dibandingkan dengan malaikat-malaikat.  Malaikat hanyalah sebagai pesuruh / jongosnya Allah.  Sesungguhnya bukan malaikat-malaikat yang Tuhan kasihi, tetapi keturunan Abraham.  (Ibrani 2:16).  Dan kita adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan (1 Yohanes 3:1).  Setiap milik Kristus adalah keturunan Abraham (Galatia 3:29).  Nilai keselamatan yang dianugrahkan adalah BESAR (Ibrani 2:3).  Jangan kita sia-siakan. Hargailah, kalau tidak ada sanksi.  (Ibrani 2:2-3).

Ada tiga situasi yang dapat membuat sebagian orang percaya tidak menghargai  keselamatan:

  1. Pernikahan.
    Kalau menikah dengan bukan orang percaya.  (II Kor. 6:14, I Kor. 7:39)

  2. Ekonomi / cinta uang.
    Karena memburu uang beberapa orang menyimpang dari iman.  (I Timotius 6:10).

  3. Kedudukan.
    Jangan gila hormat! (Galatia 5:26,15)

Jadi, keselamatan adalah sesuatu yang sangat berharga.  Kita perlu membina dan memelihara keselamatan itu.  Dengan sukacita.  Tidak bersungut-sungut.  Filipi 2:12-13.


GPdI Maranatha Medan