Make your own free website on Tripod.com

PERJANJIAN GARAM
Ringkasan Khotbah Ibu Pdt. DR. M.D. Wakkary, Minggu 22 Februari 2004 


BILANGAN 18:19
Perjanjian khusus bangsa Israel diberikan Tuhan kepada Harun dan anak-anaknya yang bertugas sebagai imam-imam.  Perjanjian ini disebut Tuhan dengan Perjanjian Garam.  II Tawarikh 13:5.  Kepada Daud dan anak-anaknya dijanjikan Tuhan satu kuasa kerajaan atas Israel dan perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Garam.
Dalam kedua ayat di atas kita membaca tentang perjanjian garam diberikan kepada keluarga imam Harun dan keluarga raja Daud.  Gereja Tuhan adalah keluarga imam dan keluarga raja (I Petrus 2:9).  Tuhan memberikan kepada kita suatu perjanjian garam (perjanjian selama-lamanya).  

Garam sangat penting bagi manusia dan dalam zaman Perjanjian Lama setiap persembahan sajian orang Israel harus dibubuhi garam (Imamat 9:13).  Ukupan atau gambaran doa dan persembahan juga harus dicampur dengan garam (Kel. 30:34-37).  Kenapa disebut "Perjanjian Garam"?  Garam adalah satu molekul yang abadi/permanen.  Jikalau garam dicampur di makanan dan menjadi keringat atau larut dalam air, garam tidak pernah hilang jati dirinya.  Garam larut kemana pun dia tetap garam.  Perjanjian Tuhan kepada umatNya tidak pernah sementara dan tidak bisa dibatalkan tetapi bersifat abadi.  Kasih, keselamatan, berkat, bersifat permanen dan berkesinambungan.

Salah satu perjanjian garam adalah perjanjian garam kepada keluarga-keluarga.  I Tawarikh 17:27.  Berkat-berkat bagi keluarga Kristiani adalah selama-lamanya (perjanjian garam).  Sebenarnya setiap anak-anak Tuhan yang bersungguh-sungguh, diberkati Tuhan secara terus menerus tetapi bentuknya perjanjian garam, yakni tidak kelihatan tetapi kalau dicicipi sudah berbeda.  Berkat Tuhan dapat mengalir dengan banyak sekali cara.  Tetapi banyak orang Kristen beranggapan bahwa berkat itu hanyalah UANG.  Janji berkat tetap mengalir dengan bermacam-macam bentuk.  

Bagaimana caranya agar perjanjian garam itu selalu kita rasakan?  Berkat-berkat bersyarat pada satu ketentuan, yaitu KETAATAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN (Imamat 26, Ulangan 28).  Iblis sering mengelabuhi kita untuk tidak mentaati Firman.  Orang dunia selalu "mengejar" keuntungan berkat.  Tetapi bagi orang percaya, berkat datang/mengikuti kita (Ulangan 28:2a).  Tuhan memerintahkan berkat datang pada orang-orang percaya.  Banyak orang yang keluar dari prosedur Firman Tuhan, mereka yang mengejar berkat.  Memang kita perlu dan harus bekerja, tetapi pada prinsipnya kita bukan mengejar keuntungan / berkat, karena Tuhan yang memerintahkan berkatNya untuk datang kepada orang yang taat melakukan firman Allah (Hagai 2:20).  Berkat itu datang sesuai dengan waktunya Tuhan, bukan waktu kita.  Dan berkat-berkat akan berlipat ganda jika kita setia dalam ketaatan terhadap perintah Tuhan (Imamat 25:21).

Banyak orang tidak merasakan perjanjian garam ini karena jatuh bangun-jauh dari Tuhan.  Daud juga pernah sesat - melanggar firman Tuhan.  Tetapi dia kembali datang kepada Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan.  Tuhan selalu menerima orang yang berbalik kepadaNya.  Dan Tuhan sanggup mengubah kutuk menjadi berkat, sakit menjadi sembuh, susah menjadi sukacita (Ulangan 23:5).  Kalau kita ingin supaya perjanjian garam dari Tuhan tetap mengalir, maka kata-kata kita harus penuh dengan kasih, penuh dengan kebenaran (Kolose 4:6).  "Jangan hambar", dalam terjemahan yang lebih tepat ialah "dicitra rasa dengan garam".  Tuhan memberkati.


GPdI Maranatha Medan